Sabtu, 08 September 2012

ARTI DAN MAKNA LAMBANG BEBERAPA UNIVERSITAS NEGERI DI INDONESIA


1.      UNIVERSITAS GADJAH MADA

Apa artinya? Sebelum sampai pada arti lambang UGM, perlu dikenali lebih dulu bentuk lambang UGM. Bentuk lambang UGM bisa dibagi menjadi tiga, yaitu:
  • Pusat lambang. Ia berupa surya atau matahari yang berlubang dan memancarkan sinar dalam bentuk lima kesatuan kumpulan sinar. Setiap kesatuan kumpulan sinar terdiri dari sembilan belas sorot sinar. Warna surya dan sinar, kuning emas;
  • Dua lingkaran di tengah-tengah matahari. Lingkaran bagian dalam memuat huruf-huruf menyembul berbunyi GADJAH MADA. Lingkaran bagian luar memuat tulisan UNIVERSITAS pada bagian atasnya dan tulisan UNIVERSITAS pada bagian bawahnya. Kedua bentuk lingkaran ini bersusun, sehingga mirip surya kembar. Sedangkan lima kesatuan kumpulan sinar surya berbentuk Kartika atau Bintang Segi lima;
  • Lima songkok. Pada lambang dilindungi oleh lima songkok bewarna putih, yaitu topi kebesaran panglima. Di antara songkok-songkok tersebut terdapat lima tombak bewarna kuning.
Lambang tersebut di atas, yang ditetapkan oleh Senat UGM dalam rapat Senat UGM tahun 1950, disusun oleh Sekretaris Senat UGM dan digambar oleh Katamsi. Lambang ini diujudkan antara lain pada:
  • Pakaian Jabatan Guru Besar UGM dalam bentuk topi bersegi lima, di mana setiap seginya berbentuk songkok. Tepi balik toga berbentuk lima songkok pula. Sedangkan bagian punggung, leher, dada dan lengan terbuat dari beledru berwarna hitam, dengan lambang lima songkok pada leher dan lengan
  • Duaja Universitas, yaitu di atas alas berwarna kuning emas dan putih, dan
  • Tongkat pedel, yaitu di bagian ujung dan bersisi dua.Sedangkan arti dari lambang tersebut di atas bisa diuraikan dalam enam bagian, yaitu:
  • Surya dengan sinarnya dan kartika bersegi lima berwarna kuning emas melambangkan bahwa Universitas Gadjah Mada adalah Universitas Pancasila, Lembaga Nasional Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan bagi Pendidikan Tinggi berdasarkan Pancasila, yang memancarkan ilmu pengetahuan. kenyataan dan kebajikan.
  • Titik pusat lambang berupa matahari berlubang atau "surya binolong". Kata "surya" mengandung makna angka "satu" dan "binolong" mengandung makna angka "sembilan", sehingga bentuk "surya binolong" atau matahari berlubang mengandung makna "satu" dan "sembilan", yang bisa dibaca 19. Setiap kesatuan kumpulan sinar pun terdiri atas sembilan belas sorot sinar, yang juga mengandung makna angka 19, tanggal pendirian UGM.
  • Dua bentuk lingkaran bersusun yang melingkari lubang titik pusat lambang di dalam lima kesatuan kumpulan sinar surya berbentuk bintang segi lima, yang serupa dengan surya kembar di dalam Kartika atau Bintang. Kartika me. ngandung makna "satu" dan surya kembar mengandung makna "dua", sehingga bentuk surya kembar ini mengandung makna angka satu dan "dua", yang bisa dibaca 12. Angka 12 ini adalah nomor bulan Desember, bulan pendirian UGM.
  • Songkok dan Tombak masing-masing berjumlah lima melingkungi Surya dan Kartika, melambangkan sifat pahlawan dan perjilangan nasional UGM yang selalu siap sedia dan waspada. Keseluruhannya diliputi dan diresapi Pancasila, kesemuanya itu melambangkan sifat UGM sebagai monumen perjuangan Pancasila berdasarkan Pancasila.
  • Kesatuan kumpulan Sinar, Segi Kartika, Songkok, dan Tombak, masing-masing berjumlah 5 (lima). Semuanya melambangkan Pancasila, sehingga UGM memiliki dasar, sifat, dan tujuan, hakekat pahlawan serta perjuangan nasional demi Pancasila.
  • Warna putih melambangkan sifat Kesucian. Warna kuning emas melingkari warna putih pada hakekatnya merupakan satu "sengkalan memet", yaitu rumusan kata-kata yang menyiratkan pertalian makna warna putih dan warna kuning emas, yang berbunyi: murnining suci margin kanyatan atau kemurnian kesucian adalah j alan kenyataan. Katimat ini melambangkan angka tahun 1949, yaitu tahun pendirian UGM.
Kata "Murni" mengandung angka 9; "Suci"dilambangkan angka 4; " Marga" dilambangkan angka 9, sedangkan "kenyataan" dilambangkan angka 1. Semua ini,bila dibaca dari belakang, mempunyai nilai 1949.
Uraian di atas melukiskan betapa kompleksnya makna lambang UGM, sesuatu yang tidak mudah untuk diingat. Kendati begitu, ia perlu dimasyarakatkan, paling tidak untuk mencegah terulangnya kekeliruan yang ditemukan Prof. Adnan tersebut di atas.

2. UNIVERSITAS INDONESIA

Logo & Filosofi

Lambang Universitas Indonesia diciptakan pada tahun 1952 oleh Sumaxtono (nama aslinya Sumartono), mahasiswa Angkatan 1951 Seni Rupa Fakulteit Teknik Universiteit Indonesia, Bandung.

Ide dasar dari lambang tersebut adalah kala-makara, yang merupakan dua kekuatan yang ada di alam: kala sebagai kekuatan di atas (kekuatan matahari) dan makara sebagai kekuatan di bawah (kekuatan bumi). Kedua kekuatan itu dipadukan dan distilir Sumaxtono menjadi makara yang melambangkan Universitas Indonesia sebagai baik sumber ilmu pengetahuan, maupun hasilnya, yang menyebar ke segala penjuru.

Lambang Universitas Indonesia terdiri dari dua unsur, yaitu: pohon dengan cabang- cabangnya dan makara: 

Logo Universitas Indonesia

Makna lambang Universitas Indonesia adalah sebagai berikut:

Pohon berikut cabang dan kuncup melambangkan pohon ilmu pengetahuan dengan cabang-cabang ilmu pengetahuannya, sementara kuncup tersebut suatu saat akan mekar dan menjadi cabang ilmu pengetahuan baru. Kuncup-kuncup itu akan senantiasa mekar selama pohon ilmu pengetahuan itu hidup. Dengan demikian, Sumaxtono ingin menyatakan bahwa cabang-cabang ilmu pengetahuan akan berkembang sesuai dengan kebutuhan dan kemajuan zaman.

Makara yang mengalirkan air melambangkan hasil yang memancar ke segala penjuru. Makna yang diberikan Sumaxtono adalah Universitas Indonesia sebagai sumber ilmu pengetahuan, akan menghasilkan sarjana-sarjana yang cerdas, terampil, penuh ketakwaan, berbudi luhur, dan berkepribadian, serta bersikap terbuka, tanggap terhadap perubahan dan kemajuan ilmu dan teknologi serta masalah yang dihadapi masyarakat, dan mampu menyelesaikannya sesuai dengan kaidah-kaidah akademik, di mana pun mereka berada.

Rancangan desain berikut maknanya diperlihatkan oleh Sumaxtono kepada Srihadi (mahasiswa Seni Rupa FT-UI, Bandung Angkatan 1952) pada tahun 1952. Prof. KRHT H. Srihadi Soedarsono Adhikoesoemo, M.A. - yang juga pencipta lambang Institut Teknologi Bandung - tidak mengetahui kapan dan siapa yang mengesahkan lambang UI tersebut. Yang pasti adalah, sampul buku Universiteit Indonesia, Fakulteit Teknik, Bandung: Rentjana Untuk Tahun Peladjaran 1952-1953 (Percetakan AID, BAndung, 120 hlm.) menggunakan lambang Universitas Indonesia untuk pertama kali seperti yang dibuat oleh Sumaxtono (tanpa bingkai segilima).


3.      UNIVERSITAS HASANUDDIN


Arti Lambang
Ayam jantan, tegak di atas benteng kekukuhan tempat berpijak, membawa serta pada dirinya simbol-simbol kemauan keras, kebebasan berfikir, berjiwa besar untuk mencapai keseluruhan ilmu pengetahuan, kebahagian dan kesentosaan hidup dalam mengabdi kepada kejayaan nusa dan bangsa.

Unsur-unsur Lambang
·         Ayam jantan melambangkan sifat dan pribadi Sultan Hasanuddin yang mencerminkan sikap intelek, berjiwa besar dan militan dalam bergerak ke arah kemajuan.
·        Pohon Lontar, lambang ilmu pengetahuan tentang keserbagunaan manfaat yang diberikannya kepada umat manusia untuk kesejahteraan lahir batin.
·   Benteng, mengingatkan kejayaan bahari tempat UNHAS berdiri. Benteng-benteng Somba Opu, Ujungpandang, dan Tallo melindungi kota Makassar, mendorong tekad patriotik dan dinamik untuk berjasa kepada tanah air.
·    Buah Padi dan Daun Kelapa, menggugah semangat untuk hidup makin berisi kian merunduk, dan keunggulan berdiri tegak menghadang badai dan taufan, seperti pohon kelapa yang menghiasi persada tanah air.
 Unsur-unsur warna
·         Kuning, melambangkan kedewasaan, kemuliaan, dan kesatriaan.
·         Hijau, melambangkan kesuburan dan harapan.
·         Putih, melambangkan garis-garis kesucian, ketulusan, dan keapikan.
·         Merah, melambangkan semangat dan cinta kepada tanah air.
·         Hitam, melambangkan kedalaman ilmu pengetahuan dan kebulatan tekad untuk mencapai pribadi yang utuh.
Konstruksi
Harpa atau kecapi, terukir ragam hias Indonesia, mewakili kehidupan artistik Nusantara, untuk pembinaan seni budaya dan keluhuran bangsa dan tanah air Indonesia.

4.      INSTITUT TEKNOLOGI 10 NOPEMBER SURABAYA



Lambang ITS
Lambang ITS berbentuk roda teknik berwarna biru tua dan biru muda yang didalamnya terdapat tugu pahlawan Surabaya berwarna putih perak dan bunga Wijayakusuma berwarna kuning emas.
Lambang ITS memiliki makna sebagai berikut ;
  1. Roda teknik berwarna biru tua dan biru muda mengandung makna perjuangan kepahlawanan bangsa yang suci menjamin harapan kepada kader bangsa yang berbudi pekerti luhur di dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
  2. Tugu Pahlawan Surabaya berwarna putih perak mengandung makna semangat kepahlawanan Sepuluh Nopember.
  3.  Bunga Wijayakususma berwarna kuning emas mengandung makna lambang kehidupan,


Logo ITS

Logo ITS berupa lambang ITS berwarna putih di dalam perisai, tulisan ITS berwarna biru berbentuk tegas, artistic, dan sederhana, serta tulisan Institut Teknologi Sepuluh Nopermber berwarna biru.
Logo ITS memiliki makna sebagai berikut;
  1. Lambang ITS berwarna putih di dalam perisai mengandung makna semangat membangun kompetensi  generasi muda dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni agar selalu tertanam dan terbingkai di dalam hati seluruh sivitas akademika dan tenaga kependidikan.
  2. Tulisan “ITS” berwarna biru mengandung makna visi ITS seluas dan setinggi langit lazuardi dan selalu dapat beradaptasi dengan perubahan.
  3. Tulisan “ITS” berwarna biru berbentuk tegas, artistic dan sederhana mengandung makna pengalaman dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, kekuatan sejarah dan senioritsa ITS semakin mempunyai daya saing.  



5.      UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA  YOGYAKARTA

Bentuk dasar logo adalah bunga matahari dengan satu tangkai dan dua lembar daun. Kelopak bunga diwujudkan dalam bentuk ornamen klasik bercorak Islam. Helai daun sebelah kiri visualisasi huruf ‘U’, tangkainya huruf ‘I’ dan daun sebelah kanan huruf ‘N’ sehingga dapat dibaca U-I-N.
Logogram bercorak bunga—menyerupai simbol jaring laba-laba kesalingterkaitan dan keterhubungan antara sains dan agama yang terpatri dalam ikon mozaik pada dinding luar gedung bangunan UIN—diambil dari ornamen pada dinding Istana Alhambra masa Khalifah Bani Umayah di Granada, Spanyol yang mencakup wilayah perbukitan. Istana Alhambra selesai dibangun pada abad ke-14, periode Muhammad Yusuf, 1333-1353 dan periode Muhammad V, Sultan Granada, 1353-1391 pada masa Dinasti Nasar/Daulah Ahmar (1232-1492). Seni ornamen tersebut memberi banyak pengaruh berbagai bangunan di Timur dan Barat. Perpaduan Timur dan Barat ini (La syarqiyyah wa la gharbiyyah) dapat dimaknai sebagai visi dan misi UIN yang ingin menepis dikotomi keilmuan menuju integrasi dan interkoneksi bidang keilmuan menuju keunggulan peradaban.
Motif ornamen merupakan perpaduan cita rasa seni tingkat tinggi dari budaya Islam di Timur Tengah dan budaya Eropa di Barat sebagai simbol integrasi-interkoneksi. Bila dicermati, beberapa ornamen pada bangunan UIN telah mengaplikasikan penggunaan dua buah bentuk 4 persegi sebagai unsur dasar pembentukan ornamen tersebut.
Visual bunga dipilih sebagai bentuk dasar logo karena merupakan simbol keindahan, keharuman, keserasian, keseimbangan dan kebaikan. Allah SWT menyukai keindahan dan keharuman sebab Allah SWT maha indah dan maha harum. Hal ini menyiratkan UIN selalu membawa kesejukan dan keindahan bagi lingkungan sekitar serta keharuman dalam memainkan seluruh kiprahnya. Hal ini juga dapat dimaknai bahwa UIN Sunan Kalijaga benar-benar bermaksud hendak menanamkan spirit dan karakter kemanusiaan yang bersifat rahmatan lil ‘alamin.
Kelopak bunga berwarna kuning emas diambil dari jenis logam mulia, menunjukkan kemewahan, kehormatan, kemuliaan, kekekalan, keabadian, kesetiaan dan pengabdian. Menyiratkan ketajaman pikiran, keagungan cita, keluhuran budi, kecemerlangan pikiran dan muatan spiritualitas menuju UIN Sunan Kalijaga yang unggul dan terkemuka. Kemewahan dan kekayaan diwujudkan dalam bentuk kedalaman ilmu, kekayaan budi pekerti, kematangan diri dan kearifan budaya lokal. UIN Sunan Kalijaga hendak menjadi unggul dan terkemuka, namun tetap santun dan rendah hati.
Warna hijau pada daun melambangkan kontinuitas, kesegaran, kealamiahan dan pembaharuan. Hijau merupakan simbol harapan, pertumbuhan, kelahiran, kemakmuran, kesuburan dan regenerasi melalui berbagai inovasi tiada henti.
Hijau memiliki sejarah kontinuitas bagi transformasi UIN Sunan Kalijaga. Hijau juga memuat pesan religius, sebab dalam surat Al-Insan (76) : 21 dan Al-Kahfi (18) : 31 dikabarkan penghuni surga mengenakan pakaian berwarna hijau.


6.      UNIVERSITAS SAM RATULANGI


Struktur lambang : Bentuk, warna susunan, dan ukuran
  1. Bentuk dan wajah bilangannya berwarna kelabu menjadi dasar bagi lukisan ciri khas serta nama lambang yang tertera diatasnya.
  2. Nama yang melingkari lukisan (sebagai fokus) berwarna biru dan berada di antara dua lembaga berwarna lila. Keseluruhannya mempunyai hubungan timbal balik dengan dasar dan isi lukisan serta menggambarkan struktur yang hidup dan dinamis, utuh, bulat dan lengkap.
  3. Lukisan di tengah berupa kelapa berwarna lila dan merah tersusun dalam satu bulatan yang utuh merupakan satu ciri khas, bermakna proses pertumbuhan dan perkembangan.
Makna setiap lambang
1.       Bidang dasar segi lima merupakan lambang Pancasila. Warna kelabu melambangkan nilai-nilai luhur Pancasila yang menjadi tugas Unsrat sebagai : 
(a) penggali dan pencari kebenaran, 
(b) pengenal dan penerus kebenaran untuk dunia sekitarnya, dan 
(c) pembela dan pelindung kebenaran.

2.       Bulatan berisi lukisan di tengah yang berasal dari satu ciri khas yang terdapat di daerah Sulawesi Utara :
a.)Satu biji kelapa dengan tiga matanya menghadap ke bawah tempat keluarnya akar lembaga, melambangkan Unsrat sebagai suatu lembaga pendidikan tinggi yang melaksanakan tridharma perguruan tinggi berdasarkan Pancasila di bumi Indonesia.
b.)Warna lila pada bagian-bagian kelapa yang distylir melambangkan warna kebudayaan yang hidup, bertumbuh dan berkembang.
c.)Warna merah pada bakal-bakal buah yang sedang tumbuh serta buah yang telah matang dan dapat dipetik, melambangkan hasil proses pertumbuhan yang sedang disiapkan dan siap untuk digunakan dalam fungsi sosial.
d.)Bagian-bagian kelapa yang mencuat berbentuk tangkai halus berwarna lila saling berhubungan satu sama lain, melambangkan semangat kekeluargaan(l'espirit des corps) dalam sivitas akademika.
e.)Sepasang seludang berwarna lila yang melindungi bakal-bakal buah, melambangkan dalam rangka melaksanakan tridharma perguruan tinggi, Unsrat memiliki tugas : menginstorum et scolarium dan scientiarum.
f.)17 bakal buah berwarna merah, 8 ruas pada batang kelapa berwarna lila, 9 pelepah berwarna ungu yang setiap pelepahnya memiliki 5 helai daun melambangkan dalam menjalankan tugasnya Unsrat dijiwai dan diisi oleh semangat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.
g.)Tiga pelepah kelapa berwarna lila, melambangkan tugas dan falsafah perguruan tinggi dalam bentuk tridharma perguruan tinggi.
h.) Dua pasang seludang berwarna lila di kiri-kanan ketiga pelepah, melambangkan proses "patah tumbuh hilang berganti".
i.) Sembilan bagian lukisan berwarna lila di sekitar pohon kelapa melambangkan bulan September sebagai Dies Natalis Unsrat.
j.)Satu pelepah kelapa menghadap ke atas yang sedang terbuka (mekar) kelima helai daunnya, melambangkan Unsrat dijiwai semangat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 untuk terus berupaaya mencapai tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia merdeka.
k.)Nama dan tempat universitas berwarna biru melambangkan adanya fakta hidup, landasan teguh, pasti dan dinamis.
l.)Lembaga-lembaga kelapa berwarna lila di antara nama dan tempat universitas, melambangkan bahwa Unsrat yang memulai kegiatannya di Manado, terus akan hidup sebagai universitas yang menjadi milik dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh rakyat dan bangsa Indonesia.

Makna lambang secara keseluruhan menggambarkan kepribadian, cita-cita, tugas dan kewajiban Unsrat, sebagai alat dan abdi yang berusaha mencapai tjujuan sesuai cita-cita perjuangan nasional bangsa Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, termasuk usaha mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebudayaan, serta pengolahan sumberdaya alam, dalam rangka kemakmuran dan kesejahteraan bagsa Indonesia pada umumnya serta rakyat dan daerah Sulawesi Utara pada khususnya.
PENGGUNAAN LAMBANG
Penggunaan dan tatacara lambang UNSRAT diatur menurut ketentuan tersendiri melalui peraturan khusus universitas. Dengan memperhatikan lambang tersebut, maka pembuatan / pengadan dan penempatannya disesuaikan dengan jenis dan tingkat kebutuhan penggunaan tersebut. Beberapa hal dikemukakan disini sebagai contoh, ukuran kecil besar dengan dasar perbandingan yang sama dalam hal pembuatannya, menetap tidaknya dalam hal penempatan misalnya di ruang Rektor, Kantor Pusat, Auditorium, ruang Dekan, Stempel / Cap, Kalung Jabatan, Tropi, Gordon, dokumen-dokumen tertulis, cetakan, ijasah, sertifikat, piagam, dan lain sebagainya, sepanjang yang menyangkut jenis atribut dengan menggunakan lambang Universitas Sam Ratulangi.

BENDERA
Bendera UNSRAT berbentuk empat persegi dengan ukuran lebar 160 cm dan panjang 185 cm, warna dasar kuning dan ditengah-tengahnya terdapat lambang universitas.



7.      UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR

Arti Lambang
  1. Bentuk lambang adalah garis lengkung membentuk lima sudut, melambangkan sila dari Pancasila;
  2. Dua bulu angsa yang pangkalnya berbentuk pena, melambangkan keilmuan;
  3. Konfigurasi kubah mesjid yang dibentuk oleh lengkungan bulu angsa dan pita melambangkan keislaman;
  4. Kitab Al-Qur'an yang terbuka, melambangkan dasar keilmuan Islam;
  5. Garis 17 ( tujuh belas ) pada pita, garis 8 (delapan) pada kitab Al-Quran dan garis 45 ( empat puluh lima ) pada kedua belah bulu angsa , melambangkan hari kemerdekaan Indonesia;
  6. Tiga simpul pada pangkal bulu angsa, melambangkan kesatuan iman, Islam dan ihsan;
  7. Warna dasar Hijau daun melambangkan kedamaian dan warna kuning tua pada garis lengkung melambangkan kemuliaan dan kebesaran jiwa;
  8. Gambar perahu Pinisi dengan dua tiang dan tujuh layarnya berkembang di antara Al-Quran dan tiga simpul pada pangkal bulu angsa merupakan ciri khas daerah tempat Uin Alauddin berada;
  9. Tulisan UIN Alauddin Makassar berwarna hitam terletak ditengah - tengah pita.

8.      UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Keterangan Lambang
  1. Bunga Melati merupakan bunga suci melambangkan kemurnian, keanggunan, keluhuran, wibawa dan kesetiaan pada cita-cita.  Pada lambang digambarkan lima mahkota bunga (corolla) dengan warna kuning muda.  Lima mahkota bunga melambangkan Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia, sedangkan warna kuning muda melambangkan warna Universitas.
  2. Bunga Seruni sebagai lambang yang paling tua ditemukan dalam sejarah Sriwijaya. Pada lambang digambarkan mahkota bunga (corolla) dari bunga yang terpilin (marginal flower), berjumlah 31, berwarna kuning emas yang terpilin. Jumlah 31 melambangkan tanggal lahir Unsri pada tanggal 31 Oktober 1960 dan warna kuning emas melambangkan keagungan Sriwijaya. Mahkota bunga yang terpilin ke kanan yang mengakibatkan ujung kelopaknya mengarah ke kiri dimaksudkan bahwa Universitas ini berjalan seirama dengan perputaran jaman.
  3. Cahaya melambangkan ilmu pengetahuan, yang menerangi jagad, menunjukan bahwa hanya dengan ILMU ketidaktahuan dapat ditiadakan. Ilmu digambarkan dengan cahaya (nur) sebanyak 60 pancaran sinar dengan 10 sinar besar, berarti bulan Oktober 1960.
  4. Kata-kata UNIVERSITAS SRIWIJAYA ditulis dengan huruf putih di atas dasar hitam yang menlingkar di dalam bunga seruni. Hitam melembangkan ketidaktahuan. Dengan adanya cahaya, ketidaktahuan dapat ditiadakan, yang lambangkan dengan huruf putih pada kata-kata UNIVERSITAS SRIWIJAYA menandakan Unsri sebagai gudang ilmu
  5. Motto ILMU ALAT PENGABDIAN ditulis dengan huruf berwarna emas di atas dasar hitam yang terletak dalam selendang dibagian bawah lambang. Motto ini melambangkan bahwa manusia wajib mengabdi kepada Tuhan, negara , bangsa, masyarakat dan keluarga. Pengabdian yang tidak disertai dengan ilmun pengetahuan tidaklah sempurna.
Makna lambang
Unsri sebagai milik bangsa Indonesia yang berfalsafah hidup Pancasila selalu dengan penuh daya dan dinamika meningkatkan ilmu pengetahuan guna memerangi ketidaktahuan yang merupakan penghalang bagi masyarakat bangsa Indonesia untuk mencapai cita-cita masyarakat adil dan makmur serta dalam ridho Tuhan Yang Maha Esa.


9.      UNIVERSITAS SYIAH KUALA

·         Tulisan Universitas Syiah Kuala, merupakan dedikasi rakyat Aceh untuk mengenang akan jasa-jasa dan dharma bakti Teungku Syekh Abdur Rauf, yang lebih dikenal dengan panggilan Teungku Syiah Kuala. Seorang cendikiawan muslim yang dijadikan simbol pendidikan dan keteguhan dalam menggali ilmu pengetahuan untuk mencari kebenaran.
·         Tugu Darussalam, lambang kedamaian dan persatuan, cermin cita-cita proklamasi dan jiwa 17 Agustus 1945.
·         Kubah, melambangkan ke-Esaan Tuhan Yang Maha Kuasa, sebagai elemen vital dalam kehidupan masyarakat Aceh dan bangsa Indonesia.
·         Bunga Seleupok, lambang kehormatan dan kesucian cita-cita pendidikan.
·         Lima lembar daun yang melingkari Logo, mencerminkan dasar negara Republik Indonesia, Pancasila.


10. UNIVERSITAS PADJAJARAN

MAKNA LOGO
1. Lambang dari 6 bagian yang mempunyai arti heraldis yakni :
A. Obor
B. Kujang
C. Sayap (=daun)
D. Roda
E. Bunga Teratai
F. Pentagon, perisai yang berbentuk segi lima


2. Arti Simbolis
a.       Obor adalah ilmu yang merupakan suluh penerangan kehidupan, yang membawa cahaya bahagia menuju keluhuran budi
b.      Kujang adalah  senjata  pusaka  orang  Sunda  sebagai  lambang  kekuatan  dan  keberanian  untuk melindungi hak dan kebenaran, yang menjadi tugas ilmu pengetahuan.
c.       Sayap (terlukis daun dan paku) ialah sindiran terhadap kota Pakuan yang mengandung kata ”paku” yang merupakan pusat kebesaran dari keprabuan “Padjadjaran” dan daun paku ini merupakan sayap berarti senantiasa berusaha mencapai taraf atau mutu yang lebih tinggi.
d.      Roda ialah kemasyarakatan, yang seperti halnya dengan roda senantiasa bergerak berputar dalam proses perubahan dan yang menjadi corak Universitas Padjadjaran.
e.      Bunga Teratai yang sedang mekar berarti jaya abadi, suci sepanjang masa, lambang kebudayaan dan pendidikan.
f.        Perisai yang berbentuk segi lima ialah Pancasila, asas negara yang menjadi pedoman bagi segala usaha serta kegiatan universitas demi kepentingan negara dan bangsa.

3. Arti Simbolik Warna
A. Kuning berarti kejayaan dan keluhuran budi (dasar)
B. Merah berarti kebersihan (roda dan nyala obor)
C. Putih berarti kejujuran dan kesucian (kujang dan teratai)
D. Hitam berarti keteguhan, kekuatan, dan ketabahan hati (sayap)


11.      UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

1.     siluet hitam Panglima Besar Jenderal Soedirman setengah badan bagian atas menengok ke kanan dan mengenakan iket (kain pengikat kepala khas Banyumas);
2.     bintang bersudut lima berwarna kuning;
3.     sekuntum bunga cempaka putih dengan satu putik dan masing-masing tiga mahkota serta dua kelopak daun di sebelah kiri dan kanan;
4.     lima mahkota bunga teratai kuning emas melingkari siluet, bintang dan bunga cempaka.



Makna :
1.     cita-cita, sifat, dan semangat Panglima Besar Jenderal Soedirman yang senantiasa menjiwai warga dan alumni universitas;
2.     dalam mengemban tugas pendidikan tinggi, universitas senantiasa berlandaskan Pancasila;
3.     warga kampus dan alumni universitas senantiasa bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, membela kejujuran, kebenaran, keadilan, bersifat satria, bertanggung jawab, dan tidak mengenal menyerah;
4.     universitas mengemban tugas menyelenggarakan tridarma perguruan tinggi dengan berpedoman pada pola ilmiah pokok “Pengembangan Sumber Daya Pedesaan Berkelanjutan”.
Sumber:  http://www.unsoed.ac.id

12.      UNIVERSITAS BENGKULU

Lambang ini bermakna : LESTARI BERPRODUKSI
  
Bentuk dan Gambar
Kelopak bunga Raflesia terdiri atas 5 (lima) melambangkan Pancasila
§  Sinar Matahari berjumlah 17 (tujuh belas) buah melambangkan Nomor Keputusan Presiden tentang Pendirian Universitas Bengkulu.
§  Lingkaran, duri dan ombak melambangkan arti tanggal, bulan dan tahun di keluarkannya Keputusan Presiden tentang pendirian Universitas Bengkulu (31 Maret 1982).
§  Dua baris lingkaran duri kecil berjumlah 31 (tiga puluh satu) buah melambangkan angka 31.
§  Susunan ombak ke satu dan kedua melambangkan angka 8 dan susunann ombak ketiga melambangkan angka 2 yang digabungkan menjadi 82.
§  Gunung melambangkan kemegahan yang lestari.
§  Bulan ditengah terdiri atas lingkaran kecil sampai menjadi besar yang melambangkan mata air yang mengalir menjadi sungai dan menuju laut sebagai sumber yang mendatangkan kesuburan dan terus berproduksi.
§  Matahari yang melambangkan sumber energi.


A. Tata Warna
1. Biru Laut
§  Latar belakang kelopak bunga bagian luar (pojok dan tengah)
§  Gunung
§  Laut
§  Latar Belakang duri-duri ditengah bunga.
2. Kuning
§  Matahari
§  Kelopak Bunga Rafflesia
§  Empat duri besar
§  Duri kecil terdiri dari dalam dan luar.

B. Bendera Universitas Bengkulu
Bendera Universitas Bengkulu berwarna biru dengan lambang universitas berwarna kuning terletak di tengah-tengah.



13.      UNIVERSITAS PATTIMURA

Universitas Pattimura mempunyai lambang yang terurai sebagai berikut:
1.       Dasar lambang adalah perisai bersegi lima yang menggambarkan pertahanan serta jiwa Pancasila sebagai landasan dan jiwa dan segala bentuk perjuangan dan Dharma Bhakti Universitas Pattimura.
2.       Obor Pattimura, Pahlawan Nasional yang berasal dan Daerah Maluku dengan lidah nyala obor bercabang tiga melambangkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dharma tersebut harus dilaksanakan dengan jiwa dan semangat kepahlawanan.
3.       Bunga teratai melambangkan Ilmu Pengetahuan dan Kearifan.
4.       Mutiara melambangkan ketabahan dalam menuntut Ilmu dan ketabahan dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, untuk memperoleh hasil yang bermutu.
5.       Tiga butir mutiara serta sepuluh dasar mahkota dan kelopak daun terataimenggambarkan hari lahir Universitas Pattimura yaitu tanggal 3 Oktober. Dengan diterbitkannya Surat Keputusan Presiden Nomor 66 tanggal 23 April Tahun 1963 maka hari lahir Universitas Pattimura dirayakan pada setiap tanggal 23 April, walaupun lambang tiga butir mutiara serta kesepuluh dasar mahkota dan kelopak daun teratai tetap dipertahankan sesuai data sejarah.
6.       Warna Putih melambangkan kesucian, Kuning melambangkan ketekunan, Merahmelambangkan keberanian.
7.       Motto: HOTUMESE (Berkembang Dalam Tantangan)
Sumber: http://betaversion.universitaspattimura.ac.id


14.      UNIVERSITAS RIAU

Rupa Bentuk Lancang Kuning dalam lingkungan segi lima, dengan inti pengertian sebagai berikut:
  • Segi Lima artinya Pancasila
  • Warna dasar hijau lumut artinya potensi untuk tumbuh dan berkembang
  • Daun-daun pohon hayat artinya tumbuh untuk hidup abadi
  • Warna kuning emas artinya penuh kemuliaan dan keagungan
  • Jumlah daun kecil pohon hayat satu, artinya tanggal satu
  • Jumlah daun besar hayat sepuluh helai, artinya bulan Oktober
  • Jumlah daun besar Teratai enam lembar artinya enam puluhan dan jumlah daun kecil teratai dua lembar artinya angka satuan dua yang melambangkan tahun 1962
  • Perahu warna kuning artinya bahtera perjuangan yang luhur
  • Tiang layar kuning artinya pendirian yang kokoh dan kuat
  • Daun-daun teratai (padma) warna putih bersih artinya kehalusan dan perikemanusiaan
  • Laut samudera dan gelombang artinya menggambarkan fakultas-fakultas yang melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi




15.      UNIVERSITAS TANJUNG PURA

Makna lambang
Pembuatan Lambang Untan serta arti makna yang terkandung dalam lambang tersebut diadakan pada tahun 1960 dengan cara disayembarakan melalui surat kabar yang ada di Pontianak waktu itu. Lambang dibuat berdasarkan hasil penggabungan antara kreasi hasil sayembara dengan ide panitia. Hasil karya yang dijadikan ide utama dalam pembuatan lambang tersebut adalah ciptaan E. Soetandy Ardiamidjaja , mahasiswa Fakultas Tata Niaga Universitas Daja Nasional yang dibuat tanggal 10 Mei 1960.
Menurut keterangan Bapak Ismail Hamzah, salah seorang pendiri Untan, Lambang serta maknanya tersebut disahkan dalam suatu Sidang Pleno Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gotong Royong Propinsi Kalimantan Barat pada tahun 1961.
Komponen Lambang Untan terdiri dari sebuah Obor menyala dengan sepasang Mandau, sepasang Sayap yang masing-masing terbelah lima serta Pita Merah Putih, dalam suatu bingkai ber-bentuk segi lima (lihat gambar) dengan uraian berikut :
Gambar-gambar yang dijadikan lambang mengandung pengertian:
o    Obor yang bertingkat tiga berwarna merah, bermakna sivitas akademika Untan memiliki semangat yang menyala-nyala/berkobar-kobar dan tak kunjung padam dalam mewujudkan Tridarma Perguruan Tinggi.
o    Mandau melambangkan Untan sebagai lembaga pendidikan yang bersifat nasional berada di daerah atau pulau Kalimantan , khususnya di Propinsi Kalimantan Barat, yang dalam pengembangannya harus selalu relevan dengan kondisi dan kebutuhan lingkungannya.
o    Sayap berwarna kuning bermakna Untan berkewajiban mengantarkan rakyat menuju kejayaan sebagai bagian bangsa yang terdidik, maju dan modern berlandaskan pada pandangan hidup Pancasila, yang tergambar pada setiap sayap yang memiliki lima helai bulu. Sayap yang berbulu lima itu menggambarkan semangat dan dinamika Untan yang memanivestasikan sepak terjang, sikap dan cara berfikir yang dijiwai oleh nilai-nilai luhur pancasila.
o    Pita Merah Putih bermakna mewujudkan cita-cita dan tujuan Untan sebagai perguruan tinggi yang bersifat nasional, selalu mengabdikan diri untuk kepentingan bangsa dan negara. Dengan kata lain, manifestasi dari gerak perjuangannya didasarkan pada keberanian dan kebenaran, kesucian demi mewujudkan kejayaan bangsa dan negara Republik Indonesia.
o    Segi Lima berarti Untan merupakan lembaga pendidikan yang berlandaskan pada dasar negara Pancasila.

16.      UNIVERSITAS PALANGKARAYA

lambang Universitas Palangka Raya adalah sebagai berikut :


Bentuk Lambang : 
a. Segi Lima dengan dasar hijau
b. Lingkaran dengan warna kuning emas bertuliskan UNIVERSITAS PALANGKA RAYA”.

Isi Lambang : 
Dalam lingkaran terdapat lima unsur lambang yaitu :
a. Burung Tingang (Enggang)
b. Talawang (Perisai)
c. Mandau
d. Sumpit
e. Gong

Warna : 
Ada 5 (lima) warna yang digunakan, yaitu :
a. Hitam
b. Putih
c. Merah
d. Kuning emas
e. Hijau

Arti Unsur Lambang & Unsur Warna :
a.      Segi Lima adalah ideologi Pancasila.
b.      Lingkaran mengandung arti kesatuan, kebulatan ilmu pengetahuan.
c.       Burung Tingang (enggang) adalah pencarian/penelitian ilmu dalam kebebasan, kedekatan dengan alam dan lingkungan
d.      Perisai/Talawang adalah pertahanan, mempertahankan dan memelihara.
e.      Mandau adalah senjata tradisional Suku Dayak, yang mengandung arti tradisi, keterampilan, kemahiran, ketepatan, ketajaman dan disiplin.
f.        Sumpit  adalah senjata tradisional Suku Dayak, yang mengandung arti tradisi, keterampilan, kemahiran, ketepatan dan disiplin.
g.      Gong adalah kekayaan, kejayaan, kemegahan, dan penyebaran ilmu pengetahuan.
h.      Warna hitam adalah ketabahan, yang belum diketahui.
i.        Warna putih adalah kemurnian, objektivitas.
j.        Warna kuning emas adalah kejayaan, kemegahan dan kesejahteraan.
k.      Warna merah adalah keberanian, vitalitas dan keuletan.
l.        Warna hijau adalah kesegaran, pertumbuhan, kemakmuran dan keakraban dengan alam.
m.   Mandau dan Sumpitan bersilang membentuk angka romawi X menunjukan tanggal 10, yaitu tanggal SK Pendirian Universitas Palangka Raya.
n.      Bulu sayap burung enggang sebanyak  11 helai menunjukan bulan 11, yaitu bulan berdirinya Universitas Palangka Raya yaitu bulan 11 (November)
o.      Bulu ekor sebanyak 6 helai dan bulu leher sebanyak 3 helai, membentuk angka 63, yaitu menunjukan tahun berdirinya Universitas Palangka Raya yaitu tahun 1963.

17.      UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG
  

Pemahaman filosofinya digambarkan sebagai berikut :
a.       Tiga batang pena yang berdiri tegak melambangkan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Indonesia yang didasari oleh tiga nilai keunggulan visi UBB : Intelektualitas, Moralitas dan Mentalitas yang tinggi, menembus batas-batas kelokalan untuk menggapai peradaban kemanusiaan yang mendunia.
b.      Tiga batang pena terbuat dari timah melambangkan sejarah masa keemasan timah sejak berabad-abad yang lampau. Mata Pena Emas melambangkan kejayaan masa depan bagi kehidupan kemanusiaan.

c.        Samudera yang luas dan dalam melambangkan persepsi manusia tentang keluasan dan kedalaman ilmu pengetahuan. Persepsi manusia itu memperoleh signifikansinya dikala dihadapkan kepada kekuasaan Tuhan, karena dengan tinta seluas dan sedalam samudera pun tidaklah cukup untuk menulis keseluruhan ilmu pengetahuan yang dikaruniai oleh-Nya. Kelima lapisan samudera melambangkan kelima sila dasar Negara Republik Indonesia yang kita cintai.

d.      Bulatan kubah pelindung adalah lambang kerendahan hati. Betapapun tinggi cita-cita yang ingin diraih, namun pada akhirnya tiba pada keterbatasan kemanusiaannya sendiri. Kebijakan atas landasan kebijaksanaan menuntun UBB meraih cita-citanya.

e.       Bulatan menggambarkan juga bola dunia yang melambangkan visi UBB yang ingin melepaskan diri dari keterbatasan lokal, tetapi tetap berlandaskan pada nilai-nilai lokal yang mulia.

f.        Bulatan juga menggambarkan topi toga kebesaran akademik. Simbol ini melambangkan kebesaran dan kemuliaan ilmu pengetahuan, yang dengan itu manusia mampu mencapai derajat kemanusiaan yang tinggi di muka bumi.

g.        Warna dasar biru dan kuning melambangkan keluasan dan kedalaman, serta kemuliaan ilmu pengetahuan.









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar